Microsoft Tutup Divisi Ponsel Nokia - Setelah mengakuisisi perusahaan Nokia dengan mahar senilai USD7,2 miliar pada 2014, Microsoft akhirnya resmi menutup divisi ponsel yang berbasis di Finlandia tersebut.

Hal itu dikarenakan perusahaan tidak memiliki keuntungan dari bisnis ponsel Nokia dengan hanya mengumupulkan penjualan smartphone sebanyak 1 persen pada Mei.



Seorang analis dari Prior Consulting bernama Eddie Murphy mengatakan bahwa Microsoft melakukan usaha bisnisnya secara terlambat dibandingkan dengan perangkat Apple dan Android yang telah lebih dahulu menjamur.

"Mereka menghabiskan banyak uang karena berpendapat usaha bisnis smartphone adalah penting. Mereka telah benar (mengakuisisi Nokia), namun terlambat, karena Apple dan Android telah mendominasi ruang dan Microsoft tidak memberikan dampak," kata Murphy.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Microsoft memiliki permasalahan yang disebutnya sebagai ‘app-gap’ yakni kekurangan popularitas pada lini smartphone-nya sama seperti yang dialami oleh Blackberry dalam sistem operasi BB10.

Dampak dari penutupan pabrik smartphone Nokia, sebanyak 1.850 karyawan Microsoft terpaksa harus dirumahkan. Meski begitu, Microsoft sendiri masih akan melanjutkan lini smartphone miliknya dengan menggunakan sistem operasi Windows 10 yang pada bulan Februari, perusahaan komputer HP mengumumkan produk smartphone-nya akan menggunakan sistem operasi milik Microsoft tersebut.

"Salah satu hal yang telah dilakukan Microsoft ialah dengan memperkenalkan Windows 10 yang memungkinkan aplikasinya dapat berjalan di perangkat dekstop, tablet dan mobile. Itu adalah ide bagus dan diharapkan akan menghasilkan lebih banyak aplikasi untuk platform tersebut," tutup Murphy, seperti dilansir BBC, Senin (12/7/2016).


(Gawai Masa Kini)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: