Review Hisense PureShot+ - Hisense mulai dikenal namanya di Indonesia sejak menjadi rekanan Smartfren dalam memproduksi ponsel pintar seri Andromax. Kali ini Hisense mulai memberanikan diri merilis ponsel pintar Android dengan jenamanya sendiri melalui PureShot dan PureShot+.

Gawai kedatangan salah satu varian ponsel pintar tersebut yakni Hisense PureShot+. Antara PureShot dan PureShot+ sebenarnya hanya berbeda ukuran layar dan baterai. Layar PureShot+ lebih besar 0,5 inci dan kapasitas baterainya 2.500mAh, lebih besar 300mAh dari PureShot.

Dibanderol dengan harga resmi Rp3,199 juta seberapa baguskah ponsel ini? Langsung saja simak ulasan kami di bawah ini.

Spesifikasi singkat dari PureShot+:


  • GSM / CDMA / WCDMA / LTE FDD / TDD 
  • Dual SIM GSM - GSM / CDMA - GSM 
  • Layar IPS 5,5 inci HD 720 x 1280 piksel 
  • Android 5.0.2 Lollipop 
  • Chipset Snapdragon 415 MSM8929 octa core 1,4 GHz 64bit 
  • GPU Adreno 405 
  • Kamera belakang 13MP AF Dual LED flash, 
  • kamera depan 5MP FF LED flash 
  • Memori Internal 16GB, RAM 2GB Baterai 2.500 mAh

Desain mewah

PureShot+ terlihat seperti ponsel premium dengan sudut-sudut tegas serta balutan bingkai krom yang mengkilap. Setelah dipegang baru terasa bahwa material yang digunakan seluruhnya terbuat dari plastik tanpa ada elemen metal.

Seperti yang sudah kami sebutkan, PureShot+ memiliki ukuran layar besar 5,5 inci, oleh sebab itu dimensinya juga ikut besar dengan tinggi 151mm, lebar 75mm, dan tebal 8mm berbobot 156 gram. Mungkin bagi anda yang memiliki telapak tangan kecil agak kesulitan untuk mengoperasikan ponsel ini dengan satu tangan.

Lapisan kaca depan PureShot+ sudah dilengkapi dengan Gorilla Glass 3 2,5D yang artinya bagian sudut kaca sedikit melengkung memberi kesan estetik lebih menyatu dengan bingkai dan lebih nyaman digenggam.

Bagi kami, jika dilihat secara keseluruhan, desain PureShot+ ini tampak mengikuti desain iPhone 5 seperti pada penempatan kamera dan speaker. Bagian muka terisi dengan LED flash, earpiece, sensor proximity dan cahaya, kamera depan, layar 5,5 inci dan tiga buah tombol khas Android berjenis kapasitif.

Tidak mengusung desain unibodi, bagian belakang PureShot+ ini dapat dibuka dan terbuat dari plastik yang mengkilap sehingga tampak seperti kaca. Terdapat kamera dan LED flash ganda, dan di balik penutup bagian belakang ini terdapat baterai yang bisa dicopot, slot kartu memori microSD, dan dua slot kartu SIM yang uniknya masih berbentuk mini SIM. Untungnya dalam paket penjualan disertakan adapter bagi pengguna yang memiliki ukuran kartu SIM mikro.

Tombol volume, tombol daya, lubang headset, speaker, dua mic, dan lubang microUSB terdapat di bagian sisi ponsel. Meskipun di bagian bawah terdapat dua lubang speaker ternyata gawai ini hanya menggunakan satu speaker, lubang speaker tambahan itu hanya digunakan sebagai aksen penyeimbang saja.

PureShot+ menggunakan sistem operasi Android modifikasi dari versi 5.0.2 Lollipop. Hisense menamakan sistem operasi modifikasi ini Vision UI, yang saat ini sudah mencapai versi 2.0. Konsepnya mirip seperti antarmuka iOS dimana tidak terdapat halaman app drawer. Fitur kustomisasi cukup lengkap seperti untuk mengganti animasi transisi halaman, pengelompokan otomatis ikon aplikasi, hingga fitur untuk menyembunyikan aplikasi agar 'hilang' dari halaman.

Tidak hanya tampilan, Vision UI juga berikan beberapa fitur yang mempermudah pengoperasian ponsel seperti melalui gestur. Yang paling menyenangkan adalah adanya fitur ketuk layar dua kali untuk menyalakan layar, selain itu pengguna dapat mengatur gestur-gestur tertentu untuk membuka aplikasi tertentu bahkan dari kondisi layar mati.

Selain fungsi-fungsi di antarmuka, dalam kondisi default juga terdapat beberapa aplikasi pendukung yang umumnya perlu digunakan, seperti aplikasi cuaca, peramban, aplikasi penguat unduhan, dan lainnya, yang untungnya dapat di hapus jika tidak berkenan.

Kamera Memuaskan

Mendengar namanya saja pasti yang terbayang di benak kita adalah fitur kamera yang bakal ditonjolkan. PureShot+ dibekali kamera beresolusi 13MP AF dibagian belakang dan 5MP FF dibagian depan. Kamera belakang ini memiliki bukaan lensa f 2.0 dan ditemani dengan dual LED flash, sedangkan kamera depan memiliki bukaan lensa f 2.4 dan juga dilengkapi dengan LED flash tunggal.



Bicara hasil kamera PureShot+, setelah kami menguji coba mengambil gambar di beberapa kondisi, jika di lingkungan dengan pencahayaan cukup kamera mampu menghasilkan foto yang bagus dimana terlihat tajam, pewarnaan natural. Hal yang sedikit berbeda jika dilakukan di lingkungan rendah cahaya dimana hasil terlihat sedikit pucat dan kurang tajam meskipun terlihat terang namun secaar keseluruhan kamera ini tergolong mumpuni.

Performa Mulus dengan RAM 2GB

Hisense PureShot dan PureShot+ menjadi ponsel pintar pertama yang masuk ke Indonesia dengan prosesor 64 bit Snapdragon 415. Jika di Snapdragon 400 memiliki otak 4 inti, di versi 415 naik dua kali lipat dengan otak 8 inti yang lebih rendah daya. Prosesor yang mumpuni di kelasnya digabungkan dengan RAM 2GB jelas membuat pekerjaan yang diberikan dapat dijalankan mulus tanpa gangguan. Selama kami melakukan proses ulasan, kami tidak pernah merasakan lag atau stutter karena memori RAM yang bebas masih berkisar 300MB.



Jika dirasa melambat, pengguna dapat secara manual membersihkan memori RAM dengan menekan tombol recent. Namun jika ada beberapa aplikasi yang ingin dipertahankan pengguna dapat menguncinya sehingga tidak ikut 'dibuang'.

Memori internal yang diberikan 16GB, tidak terlalu besar untuk ukuran saat ini. Untungnya tersedia slot kartu memori yang mendukung hingga kapasitas 128GB. Yang kurang menyenangkan adalah PureShot+ belum mendukung fitur USB OTG (On the Go).

Di atas kertas, layar berukuran 5,5 inci resolusi HD 720p dengan kerapatan 267ppi terasa kurang. Namun ternyata panel IPS bersistem OGS (One Glass Solution) ini memiliki kualitas yang baik. Warna yang ditampilkan terlihat kontras dengan sudut pandang luas. Karakteristik layar ini lebih putih kebiruan tidak kuning, meskipun tidak ada pengaturan white balance namun setidaknya disediakan tiga pilihan mode yang membuat tampilan warna berkarakter kuat, lembut, atau standar.

Pilihan karakteristik warna layar PureShot+Pilihan karakteristik warna layar PureShot+

Berikut informasi hasil dari beberapa aplikasi benchmark:

  • Antutu: 21599
  • Geekbench: 476 (single core), 1422 (multi core)
  • Quadrant: 14485
  • GPU Bench: 15893
  • Basemark OS X: 505

       
Ada satu bagian lagi yang ingin kami bahas di sini, yaitu konektivitas. Tidak ada panel NFC di ponsel ini, namun fitur tersebut tertutup dengan adanya slot kartu hybrid yang mendukung hingga jaringan generasi keempat 4G LTE.

Dalam paket penjualan memang disertakan perdana Smartfren 4G. Namun tidak seperti Andromax, Hisense PureShot+ hadir lebih bebas dengan dukungan jaringan CDMA - GSM atau GSM - GSM tanpa terikat penempatan posisi slot dan yang penting tidak dikunci untuk operator tertentu. Kartu operator apapun yang ada di Indonesia kami jamin dapat berjalan bahkan hingga jaringan 4G jika operator tersebut sudah memiliki jaringan yang mendukung.


Baterai Lumayan

Khusus PureShot+ Hisense berikan kapasitas baterai lebih tinggi yakni 2500mAh ketimbang PureShot. Namun perlu diingat peningkatkan kapasitas ini dibarengi dengan ukuran layar yang lebih besar. Namun dengan konfigurasi spesifikasi yang hemat energi, baterai ini masih tergolong baik karena mampu menghidupi ponsel hingga seharian (kurang lebih 12 jam) dalam penggunaan normal. Karena berjalan di Android Lollipop, terdapat fitur bawan Battery Saver yang cukup membantu jika sisa baterai minim dan Anda sedang jauh dari colokan listrik.



Hasil uji baterai menggunakan aplikasi benchmark Geekbench 3, baterai PureShot+ mendapat skor - poin.

Hasil benchmark baterai Geekbench 3Hasil benchmark baterai Geekbench 3

Kesimpulan

Menurut Gawai, kekuatan utama Hisense PureShot+ sebenarnya bukan di sisi kamera, melainkan kemampuannya dalam menangkap beragam jaringan operator.

Saat ini sudah banyak ponsel yang mendukung jaringan 4G tetapi tidak, karena masih ada penataan jaringan di Indonesia, tidak semua ponsel cocok dan bisa membaca jaringan 4G para operator.

Dengan slot kartu SIM Hybrid fleksibel di PureShot+, pengguna tidak usah repot memikirkan apakah operator yang mereka gunakan saat ini cocok atau tidak. Sederhananya pengguna hanya tinggal memasukkan kartu SIM dari operator mana saja ke ponsel ini dan mereka akan dapat menikmati koneksi terdepan jika berada dalam jangkauan 4G operator tersebut.

Selain itu baik dari tampilan dan performa, Hisense PureShot+ memiliki standar yang cukup tinggi sehingga Anda tidak perlu malu dalam membawa ponsel ini saat bepergian.

Salah satu yang agak mengganjal bagi kami adalah harga jual. Menilik spesifikasi dan performanya, harga jual PureShot+ memang tampak wajar. Akan tetapi kami menduga banyak yang akan ragu untuk membeli karena jenama Hisense masih lekat dengan ponsel Tiongkok kelas bawah. Mungkin dengan menelurkan produk ini Hisense dapat mengubah citra di masyarakat sehingga setidaknya dapat mendekati popularitas jenama Tiongkok lain, Xiaomi contohnya.

Kelebihan


  • Prosesor terbaru yang hemat daya namun berkemampuan tinggi
  • Layar berkualitas baik
  • Dukungan jaringan yang luas

Kekurangan


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: